Ketika Merasa, Masalah Selalu Ada

TFT memanah

HUH!! Sudah lama sekali ingin menyentuh busur dan anak panahnya. Dengar2 ada teman yang punya dan sangat baik hati mau meminjamkannya kepada teman lain. Hanya saja, setiap kali ada acaranya, saya yang lupa waktu. Giliran dah nemu foto agendanya di grup bb kami, barulah menyesal saat itu. Well itu masalah awalnya. Berharap bisa belajar memanah, tapi berasa gak wujud-wujud. Lalu, beberapa pekan lalu lihat gambar yang isinya info tentang pelatihan memanah. Senaaang sekali rasanya. Serasa masalah berlatih memanah sudah menemukan solusinya. Padahal baru lihat gambar doang. Lagi pula tempat trainingnya di Samarinda.

BEUH.. Si Masalah habis?! Apaan?!? Kalaupun bisa ikut training itu, muncul lagi masalah lain. Harga pelatihannya.. lumayaaaaaaaan.
SEBELNYA, sepekan sebelumnya adek saya bilang, rekannya mau ikutan training memanah. Aiiiih.. Aku mauuu. Tapi, masalah dana investasi training belum finish. Hingga malam Sabtu itu, komandan mengirim pesan di grup kami yang mengatakan bahwa masih ada satu seat untuk ikut TFT memanah dengan subsidi 50%. Huwaaaaa, langsung jawab kalau saya ikutan.  Continue reading

The Jodoh And Search Engine

Jodoh

Belakangan sering kepikiran tentang jodoh. Siapa yang bertanggung jawab atas ini? Abi Kapiten. Lho? Kok ?!? Iyalaaah.. Beliau yang beberapa kali selalu bicara tentang jodoh kalau komentar di status saya. Padahal statusnya gak ada hubungannya dengan jodoh sama sekali. Abi Kapiten aja yang menghubung2kannya. Nah.. Ayooo Abi Kapiten.. Tanggung jawab.. 😀

Hei.. Siapa yang pernah cari2 artikel pakai google?

Huehehee.. Keliatan dr sini pada angkat kaki semua.

Coba ketik “Jodoh” di google. 🙂 Kalau search pakai laptop atau komputer. Biasanya ada angka yang menunjukkan ada berapa banyak artikel di dunia maya yang bicara tentang ‘jodoh’ itu.  Continue reading

Salah Mama dan Cleaning Service

Anak kita

Tahun 2038 (Edo Sudah Kerja)

Edo berjalan menyusuri koridor kantornya. Pagi yang cerah untuk datang lebih dulu dan ia menggegas langkahnya. “Hati-hati, mas. Di si…” Belum usai suara itu menyerunya pemuda itu telah terlanjur kehilangan keseimbangan. Lantai tempatnya berjalan ternyata sedang dibersihkan.

Ia segera bangkit dr jatuhnya. Wajahnya merah karena malu. Dipandanginya teman-teman sekantor yang sudah berdatangan dan melihat atraksinya yang lebih tepat disebut kecelakaan tadi. Lalu dari belakangnya seseorang dengan suara memelas berkata, “Waduuuh, maaf ya Mas Edo.. Maaf banget. Tadi saya lagi bersihin lantai sini. Tapi, kelupaan kainnya. Jadi saya tinggal sebentar. Sekali lagi saya minta maaf, mas.”

Lelaki berjas keren itu kemudian membalik badannya dengan penuh kemarahan. “Bego lu. Kalau bersihin lantai tu jangan tinggal2in.” Tangannya mengepal. Sedangkan tubuh kurus yang gemetar melihat kemarahan Edo makin mengerut,  Continue reading

Pintar-Pintar Bodoh

Pintar bodoh

Mungkin.. Tanpa sadar, bukan hanya sekali.. Kita datang di hadapan teman, mengeluhkan ini dan itu sampai tak pernah lupa pula menceritakan si itu dan si ini. Seperti tak ada ruang bagi orang lain untuk membela diri, karena semua diceritakan di belakang orang yg menjadi tokoh dalam cerita kita.

Bahkan kacamata kita terlalu jernih sehingga dengan mudah menemukan banyak sekali kelemahan dan kekurangan orang lain. Si itu yang gak bisa gini, si ini yang gak bisa itu atau si anu yang begini dan begitu. Jelas sekali lisan kita mewakili bahwa siapapun yang ada dalam cerita kita adalah orang-orang yang lemah dalam beberapa hal. Pelan-pelan.. Setiap lisan kita berhasil mencurahkan setiap isi kepala.. Tanpa sadar.. Kita MERASA PINTAR.

Kala kita sudah begitu.. Tak bisa lagi PINTAR MERASA. Karena setiap keluhan orang atas keangkuhan kita hanya akan berakhir dengan sebuah pembelaan diri yang tinggi hati. Kita berhenti mendengarkan, berhenti memahami, berhenti berusaha untuk mengerti dan terus menganggap ‘kelemahan’ kita yang disebutkan orang lain adalah ‘kelebihan’ yang dikambinghitamkan.  Continue reading

‘BU’ to the ‘KU’

U Seorang Teman

Kemana aku menjelajahi setiap sudut yang tak ku tahu
Tanpa mengayun kakiku
Tanpa mengayuh sepedaku
Tanpa mendayung perahuku
Ingin terbang dan menumbuhkan sayap menembus batas tempat dan waktu

Lalu terdampar aku
Di daratan-mu
Lebur dalam kloningan sejarah yang terbawa waktu
Atau masa depan yang tersedot nalar beku
Disulap menjadi lembaran bisu
Terurai dalam simbol-simbol kelu  Continue reading

Nasihat Sang Langit

Langit

Hai langit..
Mengapa kau menangis
Tidakkah kau nyaman diletakkan membumbung di atas sana
Dekat dengan Kekuasaan-Nya

Apa yg kau sedihkan?
Duhai selimut kegelapan yg menjulang dan kelam
Tidakkah kau lelah mengucurkan kegelisahan yg menderas
Bahkan tak ada yang gersang hari ini
Atau kering tanpa kelembaban Continue reading

Kepada Mereka Yang Kesepian

Sepi

Tahun itu tahun kesedihan. Di mana orang-orang tersayang telah berpulang. Seorang istri yang menyokong semangat berdakwah dan seorang paman yang bersedia melindungi.

Tentu perih hati. Perempuan itulah yang selalu menemani dalam gelisah dan tenangnya. Lelaki itulah yang tak segan melawan kehendak kaumnya yang berniat menjatuhkannya. Merekalah dua sayap yang pernah kokoh mempertahankannya untuk tetap ‘mengangkasa’ dengan cita2 kejayaan bagi agamanya. Lalu keduanya dipatahkan oleh kematian.

Mungkin, ada rasa sepi, sendiri dengan luka seberat itu. Kehilangan penyeimbang di kanan dan kirinya.

Bukan bermaksud mentafsirkan sembarangan, bagaimana perasaan manusia mulia itu. Namun, ditengah masih ramainya sahabat2 pendukung di sekitarnya mungkin tak mampu menghapus derita itu.  Continue reading